Loading...

Translate

Thursday, June 21, 2012

Gambar Sepeda Termahal di Dunia














sumber: Sepeda Termahal di Dunia

Gambar Sepeda Termahal




sumber: http://sepeda.sportku.com/album/photo/2024/25559


Sepeda Termahal

  Aurumania’s Gold Bike Crystal edition

Sepeda ini bisa dibilang termahal. Hampir semua bagian dilapisi emas 24 karat hingga sampai ke spokes. Handlebar grip dan sadle dilapisi kulit berkualitas tinggi juga dihiasi 600 butir kristal Swarovski. Sepeda ini di banderol US $ 144.464.


 Madone 5,9 SL 

Dilapisi emas dan berlian buatan manusia

Dihiasi 7 berlian (hand made) dan 300 berlian putih. Dijual untuk disumbangkan ke Yayasan Lance Armstrong Foundation Gala. Sepeda ini dibangun atas kerja sama dengan Trek Bikes, Nike, Alan Friedman Jeweler dan artis Lenny Futura. Sepeda ini terjual dengan harga $75,000 USD.

 

Litespeed Blade – Kit Bike

Sepeda ini tidak dilapisi emas atau berlian namun biaya untuk riset, pengembangan dan produksi sepeda ini mencapai £25,317. Pembuatnya mengklaim bahwa sepeda ini bisa melaju sangat cepat dan bagi pengendaranya akan merasakan sepeda futuristik daripada sepeda konvensional biasa.

 

Celebrity Gold Bike

Needs security guard

Sepeda dikhususkan untuk para selebritis dunia khususnya di Inggris raya. Sepeda ini dilapisi emas 24 karat dan dibuat custom oleh seniman (hand made). Sepeda tersebut dihargai £4,000 dan uniknya sudah termasuk penjaganya yang senantiasa menjaga ketika sepeda diparkir.

 

Channel Bike – Limited edition

Sepeda ini hanya diproduksi 50 buah. Mempunyai julukan “Ultimate two-wheeled novelty”. Beberapa bagian dilapisi kulit berkualitas tinggi yang dibuat oleh seorang pengrajin kulit legendaris Brooks Brothers. Karena langka dan antik sepeda ini memiliki harga $28,000 USD.

 

Diamond encrusted Enigma Elle Bicycle

Enigma ‘Elle’ frame 50cm with mirror polished logos
2 x Collection quality diamonds (D flawless) in the top tube
3 x 18ct gold badges by Nicholas James
18ct gold plated Campagnolo Centaur carbon Group Set
700c hand built wheels: Ambrosio hubs, Mavic Open Pro Rims
& 32 x 18ct gold plated spokes per wheel
Continental GP 4000 gold tyres
Carbon fibre seat post
‘Elle’ ladies handle bars by ITH
San Marco Ladies Saddle
Easton Carbon Fibre forks

 

Koga Kimera

Koga mengklaim mengembangkan sepeda ini menelan biaya hingga mencapai $1,000,000 USD. Semua itu demi memenangi kejuaraan sepeda Velodrome di Olimpiade Theo Bos Belanda. Menurut laporan, sepeda ini memiliki hambatan angin terendah di dunia (aerodimanika) yang memungkinkan pembalap bisa menungganginya lebih cepat. Tetapi sepeda ini memiliki frame yang sangat kaku daripada sepeda velodrome yang lain membuat agak sulit dikendarai.

 

BERU F1 System Factor 001 Bicycle

Sepeda ini didesain meniru teknologi mobil Formula-1 (F1). Dilengkapi komputer, radio transmitter dan GPS. Sepeda dengan harga GPB 20,000 (british poundsterling) ini diklaim sebagai sepeda masa depan.

 

Electric Assist Bicycle by eROCKIT

Ditanamkan baterai nano-phospate lithium dengan masa pakai hingga 10 tahun atau berjalan sejauh 50.000 km. Satu baterai yang terisi bisa menggerakkan sepeda ini sejauh 60-80 km, apabila habis maka pengendara harus menggunakan pedalnya untuk mengisi sekaligus berjalan. Harganya $44,000 USD.

 

KGS ’Tier3’ Bikes

Sepeda custom ini diciptakan oleh Kevin Saunders. Maksud dari Tier 3 adalah harganya $30,000 USD seharga mobil yang nyaman. Kata pembuatnya yang membuat mahal dari sepeda ini adalah dibuat secara eksklusif, eksotis, unik, tanda KGS, presisi tinggi dan penyelesaian yang rapi. Satu lagi, parts sepeda ini dijamin sulit ditemukan di seluruh dunia. Nah lo, jangan sampai rusak alias nggak usah dipakai.



sumber: http://pedalsepedaku.wordpress.com/2009/12/02/10-sepeda-termahal/

Sepeda Termahal

Sepeda ? identik dengan kesederhanaan namun anggapan itu lain dengan anggapan orang ferrari. Yap kalau Anda memang penggemar berat bersepeda, berapa harga termahal dari pit? Kalau ada yang di bawah Rp100 juta, itu bukanlah yang termahal. Barangkali produk terbaru Ferrari Di2 bikinan pabrikan mobil sport dari Italia, bisa dikategorikan yang termahal.

Bayangkan, Ferrari Di2 yang baru diluncurkan itu dibanderol Rp153,2 juta (US$16.750) peer unit. Bisa 'selangit' itu harganya karena berteknologi tinggi dan fiturnya bukan sembarangan.




Seluruh rangka dibentuk dengan bahan serat karbon yang kokoh (rigid) karena pengembangan teknologi baru bernama 3PRS. Bagian kaki-kaki menggunakan Racing Speed XLR. Sementara sistem transmisi dilengkapi fitur Dura Ace Di2 yang mampu menjaga posisi rantai tetap kencang dan lurus pada gear yang ada. Sepeda ini juga menggunakan bearing kokoh dari Inox Cult.

Untuk menjaga ekslusivitas, pabrikan memberi waktu tunggu (inden) 2 bulan untuk mendapatkan sepeda itu. Rentan waktu tersebut digunakan Ferrari untuk memberi sentuhan pribadi sesuai keinginan konsumen.

Nah, permasalahannya, pabrikan mengklaim hanya memproduksi dalam jumlah yang sangat terbatas, cuma 50 unit saja. Pebalap F1 tim Ferrari, Fernando Alonso menjadi salah satu konsumen tapi secara cuma-cuma alias gratis.



Wednesday, June 20, 2012

Doltrap VS Torpedo

Doltrap

Istilah Doltrap (bahasa Belanda doortrap) dan torpedo sering dikacaukan saat berbicara sepeda fixie. Sama-sama menggunakan kaki untuk menghentikan laju sepeda, namun torpedo lebih “manusiawi” dibandingkan dengan doltrap.

Sistem pengereman jenis doltrap maupun torpedo, sudah mulai berkembang saat awal perkembangan  sepeda. Lihat saja sepeda-sepeda onthel jaman dahulu, sudah banyak yang mengunakan kedua sitem pengereman ini. Pada saat awal perkembangan fixie di masyarakat banyak yang salah kaprah dengan menggunakan sistem rem torpedo. Namun saat mulai perkembangan lebih lanjut banyak yang mengetahui bahwa sistem rem yang dipakai adalah sistem doltrap.

Fixie adalah sebuah icon baru dalam dunia sepeda yang mempunyai banyak keunikan, diantaranya adalah sistem pengeremannya. Sistem pengereman pada fixie menggunakan sistem doltrap.

Fixie atau Fixed gear yang artinya sepeda dengan sistem gear roda belakang mati. Sistem ini biasa disebut 'cog' bahasa keren nya 'doltrap', kemana pun roda berputar pedal akan mengikutinya baik itu maju ataupun mundur. Sepeda yang menggunakan doltrap dapat berjalan mundur jika digowes terbalik, sistem ini dimiliki oleh rodeo (sepeda roda satu) dan becak. Jadi untuk rem, kita harus memundurkan pedal sekuat mungkin bahasa kerennya "skid". Karena berbahaya disarankan bagi pemula untuk menggunakan rem depan.

Dalam sistem doltrap tidak ada istilah coasting. Coasting adalah saat dimana kaki berhenti untuk mengayuh. Jadi saat kaki berhenti mengayuh, dan kaiki berupaya menahan pedal maka sepeda tidak akan bergerak dan sistem pengereman pun terjadi.


Torpedo

Jika doltrap pedal berputar seirama dengan as roda belakang, tidak begitu dengan sistem torpedo. Torpedo masih bisa jeda mengayuhnya meski as roda belakang berputar. Hanya saja, ketika pedal dikayuh ke belakang, sekitar tiga kampas rem yang berada di dekat silinder jari-jari akan mengembang sehingga laju sepeda pun melambat. Pada torpedo, pedal tidak berputar terus seiring dengan putaran as roda belakang.

Dalam sistem torpedo, ketika sepeda melaju dan kaki beristirahat untuk mengayuh maka sepeda akan terus melaju, dan saat mengerem maka sepeda tinggal kita kayuh berbalik arah ke belakang, makakampas rem dalam hub akan mengembang dan menahan laju sepeda.
Perbedaan sistem torpedo adalah saat di gowes mundur, sepeda tidak bergerak mundur tetapi berhenti total. Torpedo disebut juga rem kaki karena untuk memperlambat laju sepeda menggunakan kaki.

Sebenarnya ini nama merek, berhubung sudah begitu terkenal menjadi nama generik untuk rem kaki. Ya mirip dengan kodak untuk menyebut kamera.


Single Speed

Lain halnya dengan sepeda single speed. Sepintas, sepeda single speed yang menggunakan sistem torpedo mirip dengan fixie. Setelah dikayuh baru ketahuan mana yang fixie. Hal inilah yang dialami oleh banyak orang. Merasa membangun sepeda fixie ternyata sepeda single speed yang terbentuk. Ingat bahwa sepeda fixie menggunakan sistem doltrap, sedangkan sepeda single speed menggunakan sistem torpedo.



sumber:

Legality/Law about The Bike

Australia – In every state, bicycles are regarded as vehicles under the Road Rules. By law, a bike is required to have at least one functioning brake.

Denmark – All bicycles are required to have working brakes on both wheels, as well as reflectors and bells.

France – To be approved for road traffic, a bike must have 2 brakes, 2 lights, numerous reflectors, and a ringer. However the laws are rarely enforced, and the sight of all kinds of non officially approved bikes is quite common.

Germany – All bicycles are required to have working brakes on both wheels, as well as reflectors and bells. In Bonn a local court accepted that the fixed-gear mechanism was suitable back brake, but high-profile crackdowns specifically targeted fixies in Berlin, in an attempt to control what police described as a "dangerous trend"

New Zealand – By law all bicycles must have a minimum of "...a good rear brake..."–and those made since 1 January 1988 must also have "...a good front brake..."

Spain – All bicycles are required to have an adequate brake system on front and rear wheels, plus a bell.

United Kingdom – The Pedal Cycles Construction and Use Regulations 1983 require pedal cycles "with a saddle height over 635 mm to have two independent braking systems, with one acting on the front wheel(s) and one on the rear". It is commonly thought that a front brake and a fixed rear wheel satisfies this requirement .

United States – The use of any bike without brakes on public roads is illegal in many places, but the wording is often similar to "...must be equipped with a brake that will enable the person operating the cycle to make the braked wheels skid on dry, level and clean pavement..." which some have argued allows the use of the legs and gears. The retail sale of bikes without brakes is banned by the U.S. Consumer Product Safety Commission – but with an exception for the "track bicycle" (...a bicycle designed and intended for sale as a competitive machine having tubular tires, single crank-to-wheel ratio, and no free-wheeling feature between the rear wheel and the crank...).



History of Fixed-Gear Bicycle

A fixed-gear bicycle (or fixed-wheel bicycle, sometimes known as a fixie) is a bicycle that has no freewheel, meaning it cannot coast, because the pedals are always moving when the bicycle is in motion. The sprocket, or cog, is threaded or bolted directly to a fixed rear hub. When the rear wheel turns, the pedals turn in the same direction. This allows a cyclist to stop without using a brake, by resisting the rotation of the cranks, and also to ride in reverse.

As a rule, fixed-gear bicycles are also single-speed bicycles—bicycles without derailleurs, with a single sprocket attached to the rear hub, and a single sprocket attached to the crank. Most fixed-gear bicycles only have a front brake, and some have no brakes at all. Exceptions do exist: for example, Sturmey-Archer produces 3-speed fixed rear hubs for multispeed fixed-gear bicycles.

The track bicycle is a form of fixed-gear bicycle used for track cycling in a velodrome. But since a fixed-gear bicycle is just a bicycle without a freewheel, a fixed-gear bicycle can be almost any type of bicycle.
A fixed/freewheel rear hub (flip-flop)

Some road racing and club cyclists used a fixed-gear bicycle for training during the winter months, generally using a relatively low gear ratio, believed to help develop a good pedalling style. In the UK until the 1950s it was common for riders to use fixed-gear bicycles for time trials. The 1959 British 25 mile time trial championship was won by Alf Engers with a competition record of 55 minutes 11 seconds, riding an 84 inch fixed-gear bicycle. 

The fixed-gear was also commonly used, and continues to be used in the end of season hill climb races in the autumn. A typical club men's fixed-gear machine would have been a "road/path" or "road/track" cycle. In the era when most riders only had one cycle, the same bike when stripped down and fitted with racing wheels was used for road time trials and track racing, and when fitted with mudguards (fenders) and a bag, it was used for club runs, touring and winter training. 

By the 1960s, multi-gear derailleurs had become the norm and riding fixed-gear on the road declined over the next few decades. Recent years have seen renewed interest and increased popularity of fixed-gear cycling.

In urban North America fixed-gear bicycles have achieved tremendous popularity, with the rise of discernible regional aesthetic preferences for finish and design details.

Dedicated fixed-gear road bicycles are being produced in greater numbers by established bicycle manufacturers. They are generally low in price and characterized by relaxed road geometry, as opposed to the steep geometry of track bicycles.

Fixed-gear bicycles are also used in cycle ball, bike polo and artistic cycling. A fixed-gear bicycle is particularly well suited for track stands, a manoeuvre in which the bicycle can be held stationary, balanced upright with the rider's feet on the pedals.


Info Hot Bulan Ini